Pasar Cimacan
Labels: traditional market
Labels: traditional market
Cukup sering melihat hasil karya bento teman2 di blog mereka, lucu-lucu, imut, colorful. Sekalipun setiap hari harus menyiapkan 'perbekalan' anak2 ke sekolah, rasanya gak sekalipun saya menghias-hias bekal mereka. Satu hal yang saya pastikan, makanan mereka bisa dinikmati dalam keadaan 'baik', menarik, tidak berantakan, tidak tercampur satu dengan lainnya-sekalipun mereka kurang berhati-hati dalam membawa tempat bekalnya.Menyiapkan lunch box tidak terlalu merepotkan.
Pangsit : Isi pangsit (ayam + udang) biasanya saya buat sekalian agak banyak, dan disimpan di freezer dalam kontainer2 kecil. Malam sebelum tidur, satu kotak saya pindahkan ke kulkas 'bawah' kalau keesokan harinya ada rencana bikin pangsit. Pagi harinya tinggal bungkus sejumlah yang akan dibawa ke sekolah (dilebihin dikit buat yang dirumah :D), dan di goreng.
Resep andalannya ada di postingan ini.
Kroket Kentang Keju, sengalami nasib yang sama. Tinggal dibuat malam harinya, keesokan paginya tinggal di goreng. Sedikit tips, biarkan 'calon kroket' di suhu ruangan beberapa saat sebelum digoreng dan jangan pakai minyak yang terlalu panas, nanti pada pecah/meletus.
Kroket Kentang Keju
1. Kupas 250 gr kentang, cuci bersih lalu kukus hingga matang, angkat. Selagi hangat, lumatkan hingga halus
2. Campur kentang halus dengan 1 sdm mentega/margarin, 1 kuning telur, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, 1/8 sdt pala bubuk dan 50 gr keju cheddar parut. Aduk rata.
3. Ambil 1 sdm adona
n, bentuk bulat lonjong, lumuri dengan terigu lalu celupkan ke dalam 1 butir telur kocok. Gulingkan ke dalam tepung panir.
4. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan. Goreng kroket deang api sedang hingga berwarna kekuningan, angkat, tiriskan.
resep : terinspirasi dari Primarasa - Lunch Box, Lezat & Praktis.
The pictures were taken for SLF challenge#8 -Breakfast. Here, my entry.
The first picture above is my entry for Click September 2009. The theme for this month is Heirloom.
Nah, dalam rangka masak bareng bulan ini yang bertema 'Aneka Sambal Nusantara', sekalipun waktunya sangat mepet... saya berhasil mencoba 2 resep sambal baru. Maksudnya, sambal yang belum pernah saya buat sebelumnya. Entah beruntung, entah kebetulan, entah rejeki nomplok... saya menemukan potongan majalah Femina yang berisi 8 macam sambal nusantara di antara tumpukan contekan saya.Bahan :
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
200 gr oncom hitam, panggang, tumbuk kasar (saya pakai oncom 'orange' biasa)
100 ml air (saya tidak pakai)
Bumbu :
8 buah cabe merah keriting
5 buah cabe rawit
2 cm jahe
5 butir bawang merah
1 sdt terasi
Cara Membuat :
1. Bakar semua bumbu hingga keluar aromanya (maksudnya : harum gitu lho).
2. Haluskan bumbu bakar bersama garam dan gula pasir, aduk rata
3. Masukkan oncom. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata.
Angkat. Sajikan.
Bahan :
1 sdt terasi, bakar
2 sdt gula merah sisir
1 sdt garam
10 buah cabe rawit hijau
2 siung bawang putih
5 buah tomat sayur hijau
3 buah cabe hijau keriting
1 cm kencur
75 gr daun kemangi, petiki daunnya
1 sdm air jeruk nipis
Cara Membuat :
1. Haluskan terasi, gula merah dan garam.
Masukkan cabe rawit, bawang putih, tomat, cabe hijau, kencur dan daun kemangi, giling kasar.
2. Bubuhi air jeruk, aduk hingga rata.
Sajikan
Just in case you're curious, why my son wore his helmet. It's not because he worried his sister will throw the shallots to his head... He just got back home after riding his bike around our housing complex.