Men-challenge Diri Sendiri

Salah satu yang membuat hidup lebih dinamis dan berwarna (terutama di masa yang mengharuskan 'diRumahAja') buat saya adalah dengan men-challenge diri sendiri. Tentu dengan hal-hal positif dan terukur, tidak dengan sesuatu yang terlalu tinggi di luar kemampuan.

Toh kita tahu sampai di mana kemampuan kita masing-masing.

Di postingan yang lalu saya sempat cerita kalo di awal pandemi saya sempat men-challenge diri saya untuk ikut 100K Mengejar Matahari Virtual Run. Sebelum memutuskan untuk mendaftar tentu saya baca baik-baik syarat dan ketentuannya. Ternyata lari 100K bisa dicicil selama 3 bulan. Saya berhitung berapa kilometer yang harus saya lariin selama sebulan, kemudian selama seminggu berapa kali lari, dan seberapa jauh. oh ternyata kemampuan lari saya masih bisa lah. 

Tepat sebulan setelah start, saya sudah menyelesaikan 100K. Maka saya berhitung lagi dan menargetkan menyelesaikan challenge tersebut dengan 250K. Kenapa gak 300K? Gak pengen terlalu ambisius juga sih, karena sadar usia dan kemampuan. 

At the end, 2 hari sebelum batas waktu berlari, saya menyelesaikan total 301K.

Berlari saat mengikuti challenge semacam itu membuat motivasi berlari saya lebih tinggi dan berlari menjadi lebih fun. Apa setelah kelar acara Virtual Run tersebut saya berhenti berlari. Enggak lah, tetap rutin 2-3 hari sekali.

Tidak hanya urusan lari. Kadang saya men-challenge diri saya dengan menetapkan tema tertentu saat styling dan motret makanan untuk project pribadi.

Misalnya, dalam 1 bulan saya motret flat-lay semua. Demi apa? ya tentu demi mempelajari secara khusuk dos and don'ts pemotretan dengan cara tersebut. Perlu postingan khusus tentang Food Flat Lay? please let me know.

Atau di bulan yang lain saya memutuskan untuk tidak menggunakan piring standart dalam menyajikan makanan. Saya memakan cast iron, wooden board, enamel pan, atau apa saja yang bisa dipakai menyajikan makanan. Saat itu saya bener-bener mengexplore segala props dan berusaha menyajikan makanan dengan cara yang lebih unik.

At the end ... saya belajar bahwa semua challenge itu memberi dampak positif buat saya. Nah termasuk challenge buat ngeblog tiap hari selama bulan November ini.

Saya meluangkan waktu 1/2-1 jam untuk nulis. Menyenangkan buat ganti suasana, mengorganize otak saya juga. So far, saya berusaha tidak menggunakan kata 'jangan' (emang saya siapa, ngelarang-larang orang lain?) & tidak menjadikan blog ini ruang untuk curhat.

Senin depan, saya akan mulai running challenge yang baru, running 91K buat mengumpulkan donasi. Ntar lah, saya ceritain lagi.

Good nite.

Comments